Ingin berhenti tapi gak bisa, makanya tak buat smsan’
Sepenggal teks yang ku kirim
via sms ini cukup mewakili perasaanku malam itu. Ya, hanya tetesan air mata
ini, saksi bisu jeritan batinku, sebuah bukti rasa sesak di dadaku dan pertanda
kalau aku sedang dilanda sesuatu yang amat menyedihkan.
Dalam isak tangisku, ku coba
untuk mengingat kapan terakhir kali aku menangis. Hmm.. Sudah lama aku tidak
meluapkan air bah ini. Pantas saja, hujan kali ini begitu deras dan mampu
menyebabkan banjir lokal di pulau pillowku.
Arghhh, Aku ingin
menghentikannya tapi tak mampu. Sesak yang ada di dadaku semakin menjadi, everything comes in my mind, mulai dari
ucapan Ibu 10 menit yang lalu yang agak bertolak belakang dengan pikiranku,
sindiran kecut dari saudara perempuanku dan beberapa tanggunganku yang harus
segera diselesaikan. Semuanya menari-nari di dalam otakku.
‘Oh my God, give me
the way.’
Inna ma’al ‘usri yusro.. Inna ma’al ‘usri yusro.. Inna ma’al ‘usri yusro..
Inna ma’al ‘usri yusro.. Inna ma’al ‘usri yusro.. Inna ma’al ‘usri yusro..
No comments:
Post a Comment