March 30, 2013

Hujan Malam Itu

‘Aq lagi sedih, ni lagi di kmr, menangis sepuas2nya.
Ingin berhenti tapi gak bisa, makanya tak buat smsan’
 


Sepenggal teks yang ku kirim via sms ini cukup mewakili perasaanku malam itu. Ya, hanya tetesan air mata ini, saksi bisu jeritan batinku, sebuah bukti rasa sesak di dadaku dan pertanda kalau aku sedang dilanda sesuatu yang amat menyedihkan.

Dalam isak tangisku, ku coba untuk mengingat kapan terakhir kali aku menangis. Hmm.. Sudah lama aku tidak meluapkan air bah ini. Pantas saja, hujan kali ini begitu deras dan mampu menyebabkan banjir lokal di pulau pillowku. 

Arghhh, Aku ingin menghentikannya tapi tak mampu. Sesak yang ada di dadaku semakin menjadi, everything comes in my mind, mulai dari ucapan Ibu 10 menit yang lalu yang agak bertolak belakang dengan pikiranku, sindiran kecut dari saudara perempuanku dan beberapa tanggunganku yang harus segera diselesaikan. Semuanya menari-nari di dalam otakku.


Oh my God, give me the way.’
Inna ma’al ‘usri yusro.. Inna ma’al ‘usri yusro.. Inna ma’al ‘usri yusro..

No comments:

Post a Comment